014Rindu Cermin
posted by Edwin Arif on April 16th, 2007
Andai saja sejak awal aku mengerti, tentu tak perlu terjadi seperti ini. Yang tersisa sekarang adalah kepasrahan dan kepingan – kepingan. Andai aku tahu sejak dulu, tentu takkan kubiarkan keegoisanku merusak cermin cahayaMu, tentu takkan kubuang obat penawar karuniaMu. Yang tersisa sekarang adalah kepasrahan dan kerinduan masa lalu. Bagaimana aku dapat menemui lagi, kekaguman yang dulu membuatku tersentak dari tidurku? Bagaimana aku dapat menemui lagi, semilir angin yang dulu membawa ceritaku? Bagaimana aku dapat menemui lagi, sentuhan hangat matahari pagi yang membelaiku? Bagaimana agar ku bisa, berbicara lagi dengan rumput liar dihalaman rumahmu? Andai saja aku tahu sejak dulu, tentu takkan kubiarkan kebodohanku menuntun ke arah kabut kelabu. Yang tersisa sekarang adalah kepasrahan dan satu kerlip bintang. Kaukah itu? Cermin, aku masih menunggu. Rinduku melihat pantulan wajahNya terlukis olehmu, aku masih menunggumu dalam rindu..